Vizsure Bisnis
Kalkulator keuangan untuk pemilik usaha — dari warung hingga produk digital. Semua gratis, langsung pakai tanpa daftar.
Untuk UMKM
Hitung titik impas, HPP, dan margin keuntungan usaha kamu.
Break-Even Calculator
Berapa unit harus terjual agar tidak rugi? Ubah biaya tetap, biaya variabel, atau harga jual — grafik update otomatis.
Sewa, gaji tetap, listrik, cicilan peralatan
HPP, bahan baku, komisi per unit
Harga yang dibayar pelanggan per unit/porsi/transaksi
Hasil Perhitungan
Grafik Pendapatan vs Biaya
Garis kuning = titik impas (BEP). Kiri BEP = rugi, kanan = untung.
HPP & Margin Calculator
Dari Harga Pokok Produksi, hitung harga jual yang menguntungkan — berdasarkan markup atau target margin.
Harga Jual
Rp 42.000
per unit / produk
Profit/unit
Rp 12.000
Gross Margin
28.6%
Markup
40.0%
Gross margin = profit/harga jual. Markup = profit/HPP. Keduanya berbeda.
Untuk SaaS & Produk Digital
Pantau MRR, ARR, LTV, churn, dan unit economics produk subscription kamu.
MRR / LTV / CAC Calculator
Masukkan jumlah subscribers, ARPU, churn rate, dan CAC — lihat kesehatan unit economics secara real-time.
MRR
Rp 5.0 jt
/bulan
ARR
Rp 59.4 jt
/tahun
LTV (Customer Lifetime Value)
Rp 2.0 jt
= ARPU ÷ churn rate (5%)
Ideal ≥ 3×
Ideal ≤ 12 bulan
Tanya Jawab
UMKM
Apa itu titik impas (break-even) dan mengapa penting?
Break-even adalah jumlah unit atau omzet minimum agar usaha tidak merugi — tepat di titik nol. Mengetahui BEP membantu kamu menentukan target penjualan realistis dan mengevaluasi apakah harga jual sudah menutup semua biaya.
Berapa margin keuntungan yang sehat untuk UMKM?
Tergantung industri. Kuliner: gross margin 60–70% wajar (biaya bahan ~30–40%). Fashion: 50–70%. Jasa: bisa 70–90% karena HPP rendah. Yang paling penting adalah net margin setelah biaya operasional, minimal 10–15% agar usaha berkelanjutan.
Apa perbedaan markup dan gross margin?
Markup dihitung dari HPP — misalnya HPP Rp 30.000 + markup 40% = harga jual Rp 42.000. Gross margin dihitung dari harga jual — profit Rp 12.000 ÷ harga jual Rp 42.000 = 28,6%. Keduanya mengukur hal berbeda; jangan tukar pakai.
Bagaimana cara menentukan HPP yang benar?
HPP mencakup: bahan baku/produk, biaya produksi langsung (tenaga kerja langsung, packaging, listrik produksi), dan overhead pabrik. Biaya pemasaran dan admin TIDAK masuk HPP — itu biaya operasional. HPP yang akurat adalah fondasi penetapan harga yang sehat.
SaaS & Produk Digital
Apa itu MRR dan mengapa investor melihatnya?
MRR (Monthly Recurring Revenue) adalah pendapatan tetap yang masuk setiap bulan dari subscribers. Investor melihat MRR karena sifatnya yang predictable dan bisa di-compound: MRR × 12 = ARR, dan pertumbuhan MRR menunjukkan health bisnis SaaS lebih baik dari revenue total.
LTV:CAC 3× itu benchmark dari mana?
Benchmark industri SaaS: LTV:CAC ≥ 3× artinya setiap Rp 1 yang kamu habiskan untuk akuisisi pelanggan, menghasilkan Rp 3 lifetime value. Di bawah 3× berarti kamu mungkin over-spend di akuisisi atau churn terlalu tinggi. Di atas 5× bisa berarti kamu under-invest di pertumbuhan.
Monthly churn berapa yang masih oke untuk SaaS?
SaaS B2C: churn 3–5%/bulan masih diterima. SaaS B2B: idealnya < 2%/bulan. Churn 10%/bulan artinya setengah pengguna hilang dalam 7 bulan — sulit tumbuh. Prioritaskan reduce churn sebelum scale akuisisi.
Kapan waktu yang tepat menaikkan harga SaaS?
Sinyal siap naik harga: NPS tinggi (> 40), churn rendah (< 3%), retention > 90%, conversion rate tetap stabil saat coba harga baru di cohort kecil. Naik harga 20–30% untuk pengguna baru lebih aman daripada langsung ke semua. Grandfathering harga lama untuk loyal users biasanya bijak.
Tanya Lebih Lanjut
Ada pertanyaan spesifik tentang bisnis kamu?
Vizi — AI Financial Mentor Vizsure — siap membantu kalkulasi, strategi harga, dan perencanaan keuangan usaha kamu secara personal.