Edukasi Finansial
Diversifikasi Portofolio
Diversifikasi adalah strategi menyebar investasi di berbagai aset agar kerugian pada satu aset tidak menghancurkan seluruh portofolio.
Yang perlu dipahami
Diversifikasi antar aset: saham, obligasi, emas, properti — tidak semua bergerak bersamaan
Diversifikasi dalam aset: jangan taruh semua di satu saham atau satu sektor
Over-diversifikasi juga buruk — terlalu banyak posisi kecil sulit dipantau dan return terencerkan
Rebalancing: setiap tahun kembalikan alokasi ke target awal setelah ada yang tumbuh lebih cepat
Langkah yang bisa diambil
Tentukan target alokasi aset
Contoh: 60% saham/reksa dana, 20% obligasi, 10% emas, 10% pasar uang. Sesuaikan dengan profil risiko.
Diversifikasi dalam setiap kelas aset
Untuk saham: minimal 5–10 saham dari sektor berbeda. Untuk reksa dana: 2–3 produk dari MI berbeda.
Lakukan rebalancing tahunan
Jika saham naik jauh sehingga alokasi jadi 80%, jual sebagian dan beli aset lain untuk kembali ke target.
Jangan diversifikasi berlebihan
10–15 instrumen berbeda sudah cukup. Lebih dari itu biasanya tidak menambah manfaat tapi menambah kompleksitas.
Diversifikasi mengurangi risiko tapi tidak menghilangkannya. Saat krisis global, hampir semua aset bisa turun bersamaan.
Sudah baca topik ini?
Tandai selesai dan lacak progress kamu menuju 36 topik.
Catatan dari Vizsure
Konten ini bersifat edukatif. Vizsure bukan konsultan keuangan berlisensi dan tidak memberikan saran investasi personal. Semua simulasi dan kalkulasi adalah alat bantu perencanaan, bukan jaminan hasil.